Nongkrong di kantin, ngelihat benda kotak ada layarnya ada keyboardnya, plus ada mahasiswa senyum-senyum atau bengong di depannya. Ya itulah laptop, benda yang mengantarkan seorang Tukul Arwana menjadi mega-star seperti sekarang ini. Menurut pengamatan penulis, selama setahun kuliah, di FK Unud keberadaan laptop menjadi hal yang lumrah. Apalagi setelah munculnya hotspot kampus, semakin banyak mahasiswa yang nongkrong pakai laptop.
Buat yang belum memiliki laptop dan ingin membelinya ikuti tips berikut, yang penulis simak dari beberapa sumber dan pengalaman penulis (mendengar plus mencicipi laptop saudara):
1. Kenali jeroan notebook. Banyak rekan penulis yang masih bingung mendengar istilah-istilah aneh saat penjual menawari mereka laptop, berikut jargon-jargon (istilah red.) yang perlu rekan-rekan ketahui:
2. Cek Dana. Hati-hati jangan sampai toko nafsu dengan rayuan penjual (mana cantik atau ganteng pula) tapi sampai di kasir uang di dompet kurang. Jangan terlalu tergiur promo, jika memungkinkan keliling dulu untuk cari harga plus spesifikasi yang pas.
3. Kenyamanan & Garansi: cek layar ama keyboard, soalnya kalau sudah punya susah digantinya. Jadi coba dulu laptop yang biasanya dipajang di depan stand. Garansi juga dicek, cari yang ada servicenya di Bali. Jangan sampai laptop anda dikirim ke Jakarta bahkan keluar negeri dikala ada masalah.
4. Merek: buat para rekan-rekan yang brand-minded mungkin bisa milih merek Toshiba, Acer, Apple, Axioo, HP, atau Sony. Setiap merk memiliki kelebihan masing-masing. Jadi It’s Your Choice
5. Kebutuhan: ini yang paling penting. Banyak tabloid dan website komputer menyebutkan “Jangan tergiur dengan spek gila-gilaan”, apalagi baru dapat rejeki lebih. Jika anda seorang mahasiswa kedokteran yang hobi main game macam Warcraft, Counterstrike, atau Command & Conquer atau mungkin seorang video-editor, spek mewah wajar dimiliki. Tapi jika hanya untuk browsing FS, ngelihat slide kuliah dosen, baca jurnal, atau mengetik laporan cukuplah dengan spesifikasi standar saja. Sekali lagi hal ini subjektif, tergantung keperluan dan dana rekan-rekan. Tapi belakangan ini banyak rekan-rekan penulis yang mempercayai mindset ini, mengingat teknologi komputer yang berkembang begitu cepat. Mungkin saat artikel ini rekan-rekan baca 6 bulan lagi, trend processor yang penulis sebut diatas sudah bergeser.
Itulah beberapa tips membeli laptop. Semoga dapat dijadikan referensi buat rekan-rekan.
Nb: Buat teman-teman yang setelah membaca artikel ini, membeli laptop. Jangan lupakan berbagi dengan teman kalian (terutama pas browsing internet bareng).
No related posts.