Archive for the 'E-njeksi' Category

Injeksi October 2008: Your Own Copy!

E-njeksi 1 Comment »
injeksi-october-2008-your-own-copy

Bertanya - tanya karena Injeksi terbaru belum terbit. Lempar pertanyaan rekan - rekan tersebut karena secara digital Injeksi terbaru sudah kami terbitkan. Salah satu admin web kami, Oka WP, berinisiasi untuk mengupload soft copy injeksi 2008. Silahkan membaca pengumumannya di forum atau langsung saja membuka halaman downloadnya di sini.

Jadi apa pilihan anda? Mendownload versi digital yang dapat anda baca di komputer dan miliki secara pribadi atau menunggu versi cetaknya (yang jumlahnya terbatas) yang juga akan segera terbit. Semua terserah rekan - rekan.

Mengapa Anda Tidak Menjadi Seorang Bemformers?

Admin Notes, E-njeksi No Comments »
mengapa-anda-tidak-menjadi-seorang-bemformers

Artikel ini muncul di Injeksi Post Agustus 2008

Forum BEM sering jadi tempat menukar informasi yang menarik. Keuntungannya banyak. Dapat link situs-situs bagus. Bisa juga untuk promosi situs kita. Kadang aku cuga pakai untuk curhat. (Adi Laksman ’06 A.K.A moai)

Jika rekan-rekan rajin mengunjungi website BEM FK UNUD maka anda menemukan salah fitur yaitu forum. Forum merupakan salah satu bagian yang tidak pernah absen sejak peluncuran website ini di tahun 2005. Fitur forum terus berkembang dengan perubahan layout dan fungsi-fungsi tambahan hingga mencapai puncaknya pada versi 3 alt. Untuk versi 4 sekarang, fitur forum menggunakan engine yang disebut PhPBB. Engine ini selalu digunakan dalam versi bemfkunud.com sebelumnya. PhPBB merupakan pilihan engine berbagai website berbasis forum yang besar.

Bemformers? Sebutan ini diberikan rekan Bayu ’05 untuk memberikan identitas khusus bagi anggota forum bemfkunud. Bemformers-lah yang telah membangun forum ini dengan berbagai ide serta topik yang mereka miliki.Menurut statistik terakhir, forum ini memiliki total enam ribuan post, tiga ratusan topik, dan dua ratus lima puluh member baik yang aktif, pasif, maupun hanya mendaftar saja. Lalu hal apa saja yang anda bicarakan di forum ini? Berbagai topic ice breaker seperti gadgets, anime, manga, j-stuff, IT, game, movie, dan music. Obrolan serius ataupun santai mengenai Kampus Sudirman, BEM FK, BSO, BKO, Dosen, dan Beasiswa. Artikel – artikel sampingan pun tidak luput dari topik seperti Oh Tuhan, Tips dan Trik, Jual beli dan Otopsi Kuliner. Bahkan banyak bemformers untuk berbagi hobi, membangkitkan semangat kebangsaan, bahkan hingga curhat bareng di forum ini.

Buat yang belum bergabung dengan forum ini, berikut alasan klasik yang mungkin bisa rekan-rekan singkirkan untuk bergabung dalam forum ini:
1. Tidak ada kesempatan. Hm jika rekan-rekan jarang internetan, mungkin hal ini dapat dimaklumi. Namun jika rajin meng-update layout dan meng-upload foto narsis rekan di FS atau mungkin rajin Facebooking, rasanya alasan tersebut tidak masuk akal. Mengunjungi forum layaknya memberikan testimonial pada rekan kalian di FS. Sepuluh menit cukup untuk mengunjungi forum setiap kali rekan-rekan mengakses internet.
2. Tidak tahu caranya. Alasan klasik lainnya, cara mengatasinya anda bisa bertanya dengan bemformers yang lainya. Misalnya anda bisa bertanya pada pemberi testimoni dibawah artikel ini. Selain itu di web sudah ada free e-book yang membantu kalian untuk mendaftar di forum ini.
3. Tidak tahu topiknya. Sempatkan diri rekan-rekan sejenak untuk mengintip forum sebelum memberi alasan ini. Banyak topik menarik seperti yang telah saya berikan di atas.
4. Orangnya itu-itu aja. Untuk bemformers mungkin saya dapat memaklumi alasan ini, karena hal ini memang terjadi di forum. Namun bagi yang belum menjadi anggota, come on wake up guys, kalau bukan rekan-rekan siapa lagi yang bergabung di forum ini. Jika alasan ini muncul di pikiran rekan-rekan, hal ini karena rekan-rekan yang belum bergabung.
5. Gak Jelas Forumnya. Mulai bulan kemarin forum mulai berbenah. Kami menghapus forum – forum yang dianggap sudah out of date. Sekarang, forum akan memiliki rule sendiri. Hal ini diharapkan menimbulkan kenyamanan dan mencegah junk topic dan flame war di forum.

Mungkin rekan – rekan bertanya-tanya mengapa penulis menulis artikel ini di web hingga Injeksi Post. Penulis tidak memaksa bahkan menyogok rekan – rekan untuk bergabung. Namun penulis prihatin dengan minimnya partisipasi mahasiswa di forum ini mengingat biaya maintenance yang dikeluarkan untuk web ini cukup besar. Jadi bergabunglah dan ramaikan forum.  Untuk menutup artikel ini berikut testimonial rekan – rekan mahasiswa FK Unud mengenai forum bemfkunud:

Read the rest of this entry »

Panduan Dasar Memilih PDA

E-njeksi 4 Comments »

Artikel ini muncul di Injeksi-Post Agustus 2008

PDA? Patent Ductus Arteriosus? Maaf, pada kesempatan ini tidak akan membahas salah satu kelainan kardiovaskuler tersebut. PDA yang dimaksud adalah Personal Digital Assistant. Perangkat digital yang memanfaatkan layar sentuh sebagai sarana navigasinya. Perangkat ini memiliki keunggulan PIM (Personal Information Management) yang baik layaknya memiliki asisten pribadi. Di Negara Amerika Serikat, mahasiswa tahun ke-3 dan ke-4 difasilitasi serta diwajibkan oleh pihak kampus untuk memiliki perangkat ini. Di lingkungan FK Unud sendiri cukup banyak mahasiswa yang memanfaatkan perangkat satu ini, terutama yang sudah memasuki masa koass.
Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai beberapa pertanyaan yang sering muncul saat membeli PDA. Hal tersebut antara lain:
1.PDA atau PDA-phone? Hal ini sangat subjektif, banyak orang yang agak skeptis dengan keberadaan PDA tanpa telpon. Komentar mereka “buat apa beli PDA tapi tidak bisa menelpon dan SMS”. Keuntungan dari PDA tanpa telepon yaitu daya tahan baterai yang lebih baik (hal ini sangat krusial saat koass) selain itu perangkat tipe ini tidak mengeluarkan frekuensi sinyal handphone yang terkadang dapat mengganggu peralatan medis. Konsumen yang membeli tipe ini rata-rata telah memiliki handphone. Disisi lain PDA-phone menawarkan kemudahan akses data, sms, dan telpon. Tipe ini lebih banyak ditawarkan di toko-toko dan konsumen memilih tipe ini dengan alasan kepraktisan.

2.Memilih sistem operasi (OS)? Anda mungkin tidak lagi kaget, sekarang ini bukan hanya komputer yang bersistem operasi. Pertanyaan klasik ini sering ditanyakan sebelum membeli PDA. Ada 2 nama besar OS PDA yaitu Palm OS dan Windows Mobile. Kedua sistem ini memiliki jumlah judul aplikasi kedokteran yang cukup beragam bahkan untuk freeware. Palm OS menang dari sisi stabilitas, kesederhanaan, dan kemudahan operasional. Windows Mobile menang dari segi multimedia dan tampilan aplikasi. Belakangan Palm OS mulai ditinggalkan karena sedikitnya aplikasi baru (non-medis) yang muncul. Sistem operasi semi-PDA yang lain antara lain Blackberry, Symbian, dan Mac OS. Namun untuk 3 OS yang saya sebutkan terakhir jumlah aplikasi medisnya masih jarang.

3.Spesifikasi? Sekarang ini, rata-rata PDA di pasaran memiliki spesifikasi yang sama. Semakin mahal PDA, semakin canggih spesifikasi yang ditawarkan. Namun PDA seharga 2 juta pun sudah mampu menjalankan aplikasi kedokteran di PDA. Wi-Fi cukup bermanfaat untuk mencicipi hotspot kampus. Yang perlu disediakan adalah budget untuk membeli kartu memori tambahan, karena aplikasi kedokteran biasanya memakan memori yang cukup besar. Banyak juga yang menawarkan keyboard qwerty untuk kemudahan mengetik di PDA,

4.Merek apa dan range harga? Saat ini untuk Palm OS tersedia 3 tipe, Palm T|X untuk PDA dan Palm Treo 680 serta Centro untuk PDA phone. Sedangkan untuk Windows Mobile memiliki banyak sekali tipe, mulai dari seri HTC, O2, Sony Ericsson, I-mate, dan HP. Soal harga, untuk Palm OS range 2-3 juta dan Windows Mobile 3-10 Juta rupiah. Untuk OS yang lain ada Blackberry Series (OS Blackberry), I-Phone/I-Pod Touch (Mac OS) dan Symbian Phone Series (Symbian)

5.Aplikasi PDA untuk dokter? Variasi aplikasi kedokteran di PDA cukup beranekaragam mulai dari gratis hingga yang berbayar. Aplikasi kedokteran tersebut antara lain: 1) Referensi obat, misal ePocrates dan Daviz Drug, 2) Buku saku, misal Washington Manual, Sanford Antibiotic Guide, Griffith’s 5 Minute Consult, 3) Kamus, misal Tabers dan Stedman, 4) Textbook, semacam Harrison dan CMDT, 5) Kalkulator kedokteran seperti MedCalc (pernah saya bahas sebelumnya di web) dan aplikasi lainya.

Demikian beberapa pertanyaan yang sering muncul saat memberli PDA. Untuk spesifikasi dan harga PDA yang lebih lengkap silahkan mengecek toko online yang terpercaya seperti TokoPDA atau Bhinneka. Di Bali sendiri sudah banyak sekali dealer yang menjual gadget yang satu ini. Semoga artikel ini dapat membantu rekan-rekan dalam menentukan pilihan. (putu_arya)

Apakah Anda Seorang Gawanders?

E-njeksi 4 Comments »

Pertanyaan diatas mungkin lebih tepat penulis tanyakan kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah membaca buku beliau. Tulisan ini bukanlah merupakan advertorial namun lebih merupakan inspiratorial yang mengetengahkan sosok dokter sebagai seorang penulis. Mungkin masih ada yang bertanya bertanya-tanya siapa Gawande yang saya maksud. Berikut adalah jawaban dari rasa penasaran rekan-rekan.

Gawande, bernama lengkap Atul Gawande, lahir di Brooklyn New York dari orang tuanya yang merupakan imigran India. Gawande berasal dari keluarga dokter, ayahnya seorang urolog dan ibunya seorang dokter anak. Gawande menamatkan undergraduate degree-nya dari Universitas Standford dan gelar dokter diperolehnya dari Universitas Harvard. Gelar Master of Public Health diperolehnya dari Harvard dan pada tahun 2003, Gawande menamatkan residensinya pada bagian bedah di Brigham and Women’s Hospital, Boston. Sekarang Gawande menjadi dokter bedah umum dan endokrin.

Hal yang paling menonjol dari seorang Atul Gawande adalah kemampuannya untuk menuliskan pengalamannya sebagai seorang dokter dalam bahasa populer. Rekan-rekan yang telah membaca buku atau artikelnya pasti akan mengerti maksud penulis. Kontribusi Gawande dalam dunia tulisan dimulai saat Jacob Weisberg, temannya sekaligus editor salah satu majalah di Amerika, menyuruh Gawande untuk mengisi artikel pada majalah on-line. Gawande lalu menulis kisah hidupnya sebagai residen bedah. Surat kabar terkenal di Amerika New Yorker, tertarik untuk mempublikasikan kisah hidup Gawande di koran tersebut dan selanjutnya menjadikan Gawande staf penulis di koran tersebut. Konsistensi Gawande dalam topik mengenai keselamatan pasien membuatnya dipercaya menjadi direktur dari World Health Organization’s Global Challenge for Safer Surgical Care.

Pada 2006, Gawande menerima MacArthur Award untuk penelitian dan tulisannya. Bukunya Complications: A Surgeon’s Notes On An Imperfect Science menjadi finalis National Book Award 2002 dan publikasikan di lebih dari 100 negara. Gawande menjadi editor the Best American Science Writing 2006. Buku terakhirnya, Better: A Surgeon’s Notes On Performance menjadi New York Times best-seller dan salah satu 10 buku terbaik Amazon.com tahun 2007. Dalam bidang kedokteran, Gawande merupakan salah satu ahli ternama dalam bedah kanker kelenjar endokrin. Gawande juga mendapat penghargaan sebagai 20 orang Asia Selatan yang paling berpengaruh versi majalah Newsweek. Dua bukunya sendiri sudah diterbitkan di Indonesia oleh penerbit Serambi. Ingin menjadi Gawanders? Sila hkan membaca bukunya.(putu_arya)